Pentingnya Makanan Sehat Untuk Pertumbuhan Balita

Menjaga kesehatan balita adalah prioritas utama para orang tua. Menyajikan makanan sehat bagi balita harus lebih diperhatikan dalam hal penyajian, kebersihan, kandungan gizi dalam makanan, dan rasa. Balita belum bisa menentukan dan memilih makanan yang memiliki asupan gizi yang cukup untuk tubuhnya, maka tugas orang tualah yang harus lebih selektif dalam memberikan makanan sehat untuk dikonsumsi.

Usia tiga tahun pertama adalah masa Golden Age (masa emas) dalam pertumbuhan balita. dalam masa – masa penting itu balita sangat membutuhkan asupan makanan yang sehat dan bergizi tinggi. Kebanyakan para orang tua super sibuk akan memilih makanan instan untuk pemenuhan gizi si kecil.

Terkadang balita sudah mampu memilih makanan yang disukainya, jika di rumah selalu tersedia semua makanan instant seperti mie instant, nugget instant, berbagai macam makanan ringan, maka balita akan lebih memilih makanan yang menurutnya lebih menyenangkan dimakan dengan rasa gurih.

Agar si kecil atau balita bisa menyukai makanan sehat ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti mengajak anak untuk membantu menyiapkan makanan, mengajak anak untuk memasak di dapur, menata makanan di meja, mengajak berbelanja dan memberi kebebsan merek untuk memilih sayuran da buah yang disukainya. “Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang membantu di dapur lebih percaya diri tentang pentingnya membuat keputusan makanan sehat. Kami percaya bahwa membuat anak terlibat dalam proses persiapan makanan adalah strategi yang efektif agar membuat mereka menyukai makanan sehat,” kata peneliti, Yen Li Chu dari Sekolah Kesehatan Masyarakat University of Alberta seperti dilansir Medical Daily, Jumat (29/6/2012).

Berikut beberapa uraian kenapa makanan sehat penting untuk pertumbuhan balita

- Di masa pertumbuhan balita, membutuhkan asupan makanan yang mengandung zat gizi optimal, tanpa bahan pengawet, bahan pewarna, penguat rasa. Karena dalam bahan – bahan tersebut mengandung bahan kimia yang dalam jangka panjang akan membahayakan kesehatan si kecil.

-  Terbiasa menyajikan makanan sehat sejak dini akan menghindari kebiasaan anak saat besar untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan – bahan kimia berbahaya seperti MSG, zat pewarna, pengawet. Semakin kecil kemungkinan anak mengkonsumsi zat-zat tersebut maka semakin terjaga kesehatannya.

- Balita sehat akan tumbuh menjadi balita aktif dan cerdas.

Jika ingin memberi makanan instant kepada si kecil karena kondisi yang tidak memungkinkan, maka sebaiknya tetap dengan pemberian yang tidak berlebihan dan selingi dengan makanan buatan sendiri atau yang sudah terjamin kesehatannya.

Semoga info ini bermanfaat ya Ayah dan Bunda..

 

 

 

 

sumber :

http://health.detik.com/read/2012/06/29/103017/1953800/1301/agar-anak-menyukai-makanan-sehat-ajaklah-memasak-di-dapur

 

 

Tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak

 

Semua tahap pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting diketahui oleh orang tua, agar para orang tua mampu mengoptimalkan gizi yang dibutuhkan oleh anak dalam masa pertumbuhannya. Bahkan tidak hanya gizi yang harus dipenuhi tapi juga faktor pendidikan baik yang diperoleh dari keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar.

Sebeumnya perlu diketahui dulu apa itu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan  adalah suatu keadaan fisik yang berkaitan dengan bertambahnya ukuran tubuh yang dapat diukur dengan ukuran berat (gram, pound), ukuran panjang (cm,inchi) diantaranya seperti : tinggi badan, lingkar kepala, berat badan. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi -fungsi organ tubuh, seperti intelegensi, emosi, dan tingkah laku.

Berikut tahap pertumbuhan anak menurut dr. Kusnadi Rusmil, SpA(K), MM, secara garis besar :

# Usia 0-6 bulan :

  • Mampu mengangkat kepala setinggi 45 derajat (0-3 bulan) hingga 90 derajat (3- 6 bulan) dan mampu menoleh kekanan dan kekiri.
  • Mengoceh spontan dan bereaksi mengoceh, dapat tertawa keras.
  • Mengenali ibu lewat penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak.
  • Berbalik dari telungkup ke telentang
  • Secara motorik kasar, mampu menggenggam pensil dan mampu meraih benda yang ada dalam jangkauan.
  • tersenyum saat melihat gambar yang menarik ketika bermain sendiri.

# Usia 6-12 bulan

  • Mampu duduk sendiri
  • Belajar berdiri hingga mampu berdiri hingga 30 detik saat memasuki usia 9 bulan keatas.
  • Belajar merangkak.
  • Dapat memungut 2 benda sekaligus di kedua tangannya.
  • Bersuara tanpa arti (mamama, bababa )
  • Memasuki usia 9-12 bulan, mulai mampu berjalan dengan di tuntun.
  • Dapat menggenggam erat pensil dan memasukkan benda ke mulut.
  • Menyebut 2-3 suku kata tanpa arti.
  • Senang bermain “ciluk ba”
  • mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang tidak dikenal.

# Usia 12 – 18 bulan

  • Mampu berdiri sendiri tanpa berpegangan
  • Memanggil “ayah” atau ” papa”, “ibu” atau “mama”
  • menumpuk 2 kubus dan memasukkan kubus di kotak.
  • Mampu menunjukkan apa yang diinginkan tanpa menangis.
  • Memperlihatkan rasa cemburu/bersaing.

# Usia 18 – 24 bulan :

  • Berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik
  • Bertepuk tangan
  • Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti
  • Menumpuk 4 buah kubus.
  • Dapat memungut benda kecil dengan ibu jari dn jari telunjuk

# Usia 2 – 5 tahun

  • Dapat berjalan naik tangga sendiri (2 – 3 tahun)
  • Mampu bediri 1 kaki selama 2 detik (3 – 4 tahun)
  • Berdiri 1 kaki 6 detik (4 – 5 tahun)
  • Mencorat coret pensil ( 2-3 tahun)
  • Mampu menggambar garis lurus (3-4 tahun)
  • menggambar tanda silang, lingkaran, orang dengan 3 bagian tubuh (4 – 5 tahun)
  • Berbicara dengan baik menggunakan 2 kata (2 – 3 tahun)
  • Dapat menyebutkan nama, umur dan tempat. Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan (3- 4 tahun)
  • Menyebut nama lengkap tanpa di bantu, senang menyebut kata baru dan bertanya sesuatu (4-5 tahun)
  • Membantu memungut mainan jika diminta dan mampu melepas pakaian sendiri. (2-3 tahun)
  • Melakukan sesuatu sendiri seperti mengeringkan tangan, memakai sepatu, celana, kemeja, baju (3-4 tahun tahun)
  • Berpakaian sendiri, menggosok gigi sendiri. (4-5 tahun).

Perlu diingat bahwa tahap pertumbuhan dan perkembangan setiap anak berbeda – beda. Terkadang ada beberapa anak yang tidak melalui tahap yang tertera di atas, bahkan ada yang melalui tahapan terlalu awal dari umurnya. Sebagai orang tua yang merangkap pendidik dan pengasuh tidak terlalu memaksakan anak untuk melalui tahap perkembangan sesuai dengan usianya, biarkan anak tumbuh dan berkembang sesuai kemampuannya. Tugas orang tua adalah memberi stimulasi, dukungan untuk mengoptimalkan anak melewati tahp pertumbuhan dan perkembangannya.

 

 

 

Pertumbuhan Anak Balita

Segala hal yang berhubungan dengan balita menjadi perhatian utama para ibu, terutama ibu baru. Dalam postingan kali ini akan ada beberapa info tentang bagaimana pertumbuhan anak balita, dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pertumbuhannya. Mendampingi pertumbuhan anak balita adalah saat yang paling berharga sekaligus menyenangkan bagi semua orang tua. Oleh karena itu para orang tua perlu memperhatikan faktor apa saja yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan balita.

Peran Stimulasi Dan Pola Asuh Orang Tua – Pada masa pertumbuhannya, balita sangat butuh adanya stimulasi dari orang tua sebagai orang yang selalu dekat dan mengawasinya. memberikan stimulasi terbaik seperti stimulasi untuk motoriknya, untuk perkembangan otaknya, dan juga untuk bahasanya kelak.

Hal ini juga berkaitan dengan pola asuh anak pada orang tua, yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan balita. Pola asuh dan stimulasi yang baik akan menjadikan balita tumbuh dengan baik pula. Usia balita seperti ini adalah usia dimana anak lebih cepat menyerap informasi di lingkungannya,jadi baik buruknya tergantung peran orang tua dalam memberikan pola asuh dan stimulasi yang baik.

Pemberian Gizi Yang Baik – Untuk mendukung semua aktivitas dalam masa pertumbuhannya, maka gizi adalah faktor yang sangat dibutuhkan. Pada masa ini semua asupan gizi pada makanan harus dikonsumsi oleh anak dari mulai karbohidrat, protein, vitamin, serat. Sebaik banyak asupan gizi yang diterima anak maka semakin optimal masa pertumbuhannya.

Perkenalkan sejak dini semua bahan makanan bergizi mulai dari semua jenis sayuran, buah-buahan, ikan dan sesuaikan dengan usia anak saat pemberiannya. Misal untuk anak usia diatas 6 bulan yang mulai belajar mengenal MPA (Makanan Pendamping Asi), perkenalkan makanan seperti sayur, buah yang di campur dalam bubur atau makanan pendamping lainnya.

Pengawasan Dan Perhatian Sepenuhnya – Masa balita terutama usia 1-5 tahun adalah masa aktif, sehingga butuh pengawasan dan perhatian ekstra. Terutama dari orang tua, dan tidak mengandalkan pengawasan dari baby sitter atau pramuwisma. Pada masa pertumbuhan anak balita , mereka mulai ingin banyak tahu tentang lingkungan sekitarnya, dan bahkan mereka tidak tahu akan bahaya yang mengancam. Jadi orang tua tetap harus memberikan perhatian dan pengawasan ekstra terhadap anak balitanya.

Peran penting orang tua sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak balita, tidak hanya peran dalam memberikan kebahagiaan finansial tapi juga dalam hal kasih sayang, pola asuh yang baik, pengawasan serta perhatian.